Saat gema takbir terdengar di berbagai penjuru negeri, Ajeng tetap fokus mengendalikan laju kereta, meski hatinya tertinggal di rumah.
Meski di balik ketenangannya tersimpan rasa rindu yang mendalam karena hatinya seakan tertinggal di rumah bersama keluarga yang tidak bisa ia temui pada momen istimewa tersebut, sementara deretan rel yang membentang panjang di depannya menjadi saksi bagaimana ia harus menahan perasaan pribadi demi memastikan ratusan penumpang dapat sampai ke tujuan dengan selamat. Simak selengkapnya hanya di Kisah dan Inspirasi dari Masyarakat.
Lebaran Ajeng Tak Seperti Kebanyakan Orang
Di saat jutaan orang bersiap pulang kampung untuk merayakan Lebaran bersama keluarga, tidak semua orang memiliki kesempatan yang sama. Bagi Ajeng Elsantika Purnawati, kabin lokomotif menjadi “rumah sementara” di tengah momen yang identik dengan kehangatan keluarga. Dari balik panel kendali kereta yang ia kemudikan, ia harus menahan rindu yang tak bisa disampaikan secara langsung.
Lebaran tahun ini menjadi salah satu momen paling berat baginya. Ketika orang lain menikmati perjalanan mudik, Ajeng justru berada di jalur sebaliknya—mengantarkan ribuan penumpang agar bisa sampai ke kampung halaman dengan selamat. Tugas itu membuatnya harus menunda pertemuan dengan keluarga di Lamongan, Jawa Timur.
Meski berat, keputusan itu ia ambil dengan kesadaran penuh sebagai seorang masinis. Baginya, keselamatan perjalanan jauh lebih penting, terutama pada masa angkutan Lebaran yang selalu padat dan penuh tekanan operasional.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Tanggung Jawab Besar
Kabin lokomotif bukan sekadar ruang kerja bagi Ajeng, tetapi pusat kendali yang menentukan keselamatan ratusan nyawa dalam satu perjalanan. Setiap tarikan tuas dan keputusan yang ia ambil harus presisi, karena sedikit saja kesalahan dapat berdampak besar.
Pada masa Lebaran, intensitas perjalanan kereta api meningkat drastis. Hal ini membuat beban kerja para masinis, termasuk Ajeng, menjadi lebih tinggi dari biasanya. Ia harus memastikan kereta tetap berjalan tepat waktu di tengah padatnya jalur rel.
Di balik itu semua, ia menyadari bahwa kehadirannya sangat dibutuhkan pada momen seperti ini. Saat banyak orang bergantung pada transportasi kereta untuk pulang kampung, tanggung jawab seorang masinis menjadi semakin vital dan tidak bisa digantikan begitu saja.
Baca Juga: Inspiratif! Putri Ardiana Sukses Lulus 3,5 Tahun Dari Unesa, Rahasianya Bikin Kagum
Perjalanan Karier Dan Tantangan
Perjalanan Ajeng menjadi masinis tidak terjadi dalam waktu singkat. Ia melewati proses panjang mulai dari pendidikan teori, pelatihan di depo lokomotif, hingga praktik langsung sebelum akhirnya dipercaya mengemudikan kereta secara mandiri.
Ia mulai terjun ke dunia perkeretaapian sejak 2022 dan resmi menjadi masinis pada 2023. Kini, ia menjadi salah satu dari sedikit masinis perempuan yang bertugas di wilayah operasional Daop 2 Bandung, sebuah lingkungan kerja yang didominasi laki-laki.
Meski demikian, Ajeng tidak menjadikan hal itu sebagai penghalang. Ia justru melihatnya sebagai tantangan yang harus dihadapi dengan profesionalisme dan kerja keras, sambil terus membuktikan bahwa perempuan juga mampu menjalankan tugas berat di dunia transportasi.
Rindu Yang Tertahan Di Antara Rel
Di balik ketegasan saat mengoperasikan kereta, Ajeng tetaplah manusia biasa yang memiliki rasa rindu terhadap keluarga. Momen Lebaran yang identik dengan kebersamaan menjadi ujian emosional tersendiri baginya.
Untuk mengatasi kerinduan tersebut, ia hanya bisa mengandalkan komunikasi jarak jauh. Video call menjadi satu-satunya cara untuk tetap terhubung dengan orang tua dan keluarga di kampung halaman, meski tidak bisa menggantikan kehangatan pertemuan langsung.
Namun bagi Ajeng, pengorbanan ini adalah bagian dari pilihan hidupnya. Ia percaya bahwa tugas yang ia jalani bukan hanya pekerjaan, tetapi juga bentuk kontribusi untuk banyak orang yang ingin pulang dengan selamat ke keluarga mereka di hari yang sama.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com