Lazismu Dorong Inovasi Sosial Berkelanjutan Lewat Rakernas 2026 Di Banjarmasin

Lazismu Dorong Inovasi Sosial Berkelanjutan Lewat Rakernas 2026 Di Banjarmasin

Lazismu gelar Rakernas 2026 di Banjarmasin, dorong inovasi sosial terintegrasi dan berkelanjutan untuk manfaat masyarakat luas.

Lazismu Dorong Inovasi Sosial Berkelanjutan Lewat Rakernas 2026 Di Banjarmasin

Lazismu kembali menggelar Rakernas 2026 di Banjarmasin, fokus pada penguatan inovasi sosial yang terintegrasi dan berkelanjutan. Kegiatan ini menjadi momen strategis untuk merumuskan program-program sosial inovatif yang dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Dengan Rakernas ini, Lazismu menegaskan komitmennya membangun ekosistem sosial yang lebih inklusif, kolaboratif, dan berdampak jangka panjang. Tetap simak di Kisah dan Inspirasi dari Masyarakat.

Lazismu Gelar Rakernas 2026 Di Banjarmasin

Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) 2026 di Lapangan Murjani, Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan, pada 7–9 November 2025. Tema tahun ini adalah “Penguatan Inovasi Sosial yang Terintegrasi, Berdampak dan Berkelanjutan”.

Rakernas bertujuan menekankan pentingnya sinergi kebajikan yang sistematis agar memberikan manfaat luas bagi masyarakat. Kegiatan ini menjadi momen strategis untuk menyusun rencana kerja dan kebijakan nasional Lazismu.

Agenda ini juga menjadi tahap transisi menjelang Muktamar Muhammadiyah 2027, dengan fokus pada adaptasi perubahan sosial, geopolitik, dan dinamika ekonomi yang memengaruhi arah kebijakan Lazismu 2026–2030.

Penguatan Inovasi Sosial Dan Tata Kelola

Ketua Badan Pengurus Lazismu Pusat, Ahmad Imam Mujadid Rais, menegaskan bahwa penguatan inovasi sosial merupakan bagian dari Risalah Islam Berkemajuan (RIB). Ia menekankan pentingnya ijtihad dan tajdid untuk menghadirkan solusi inovatif dalam perubahan sosial.

Integrasi data dan ekosistem program menjadi fokus utama, agar dampak setiap kegiatan sosial dapat diukur secara komprehensif. Dengan sistem terintegrasi, Lazismu memastikan setiap entitas berkontribusi dalam pencapaian target yang lebih luas.

Rakernas ini, seperti disampaikan Mujadid Rais pada Sabtu (8/11/2025), menegaskan kepatuhan Lazismu terhadap tata kelola keuangan yang transparan. Hingga September 2025, dana ZISKA yang dihimpun Lazismu mencapai Rp 582 miliar atau 92 persen dari target.

Baca Juga: Gemilang! Zaki Ubaidillah Juara Thailand Masters dan Naik 6 Peringkat Dunia

Program Kampung Berkemajuan

Program Kampung Berkemajuan 700

Lazismu telah melaksanakan Program Kampung Berkemajuan di lima provinsi, dengan capaian signifikan di Sragen, Tasikmalaya, dan Kulonprogo. Program ini menekankan pembangunan ekonomi, pendidikan, dan sosial masyarakat setempat secara berkelanjutan.

Bendahara Umum PP Muhammadiyah, Hilman Latief, mengapresiasi pencapaian Lazismu dan menegaskan pentingnya setiap provinsi memiliki minimal satu Kampung Berkemajuan dengan indikator keberhasilan jelas.

Program ini selaras dengan visi Islam rahmatan lil alamin dan mendukung Asta Cita pemerintah, khususnya terkait penciptaan lapangan kerja, pemerataan ekonomi desa, dan pemberdayaan masyarakat lokal.

Target Penghimpunan Dana Dan Dampak Sosial

Rakernas kali ini menekankan target ambisius Lazismu, yaitu menghimpun dana zakat hingga Rp 1 triliun menjelang Muktamar 2027. Hilman Latief menegaskan bahwa target ini realistis mengingat pertumbuhan dana yang telah dicapai selama 10 tahun terakhir.

Dana yang dihimpun Lazismu digunakan untuk penyaluran program sosial dengan dampak maksimal. Fokusnya adalah memberikan manfaat yang luas dan berkelanjutan bagi masyarakat, termasuk kelompok yang kurang terjangkau sebelumnya.

Dengan strategi penghimpunan dana dan pengelolaan program yang terintegrasi, Lazismu memastikan setiap rupiah zakat, infaq, dan sedekah memberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan umat.

Lazismu Expo Dan Dukungan Pemerintah

Rakernas 2026 juga diramaikan dengan Lazismu Expo 2025 yang digelar selama satu pekan awal November. Expo menampilkan pelaku usaha kecil sebagai bentuk komitmen Muhammadiyah dalam pemberdayaan ekonomi umat.

Acara pembukaan pada Sabtu (8/11/2025) dihadiri Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ulhaq, Gubernur Kalimantan Selatan, Wali Kota Banjarbaru, Pimpinan Wilayah Aisyiyah, serta tamu undangan lainnya. Kehadiran tokoh nasional dan daerah menegaskan dukungan pemerintah terhadap program sosial Lazismu.

Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Selatan, Ridhahani Fidzi, menyampaikan potensi zakat di daerahnya mencapai Rp 1,4 triliun, namun baru sedikit yang tersentuh. Rakernas menjadi momentum untuk memperkuat komitmen Lazismu dalam kepedulian sosial dan inovasi terintegrasi.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari cahaya.kompas.com
  • Gambar Kedua dari muhammadiyah.or.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *