Setelah 500 lamaran ditolak, lulusan cumlaude ini akhirnya diterima magang bergaji Rp 151 juta, bukti ketekunan membuahkan hasil.
Perjuangan dan ketekunan tak pernah sia-sia. Lulusan cumlaude ini mengalami 500 penolakan sebelum akhirnya diterima magang bergaji fantastis Rp 151 juta. Kisah dan Inspirasi dari Masyarakat ini menginspirasi bahwa kegigihan dan kesabaran dalam mencari peluang akan membuahkan hasil yang layak, meski jalan menuju kesuksesan penuh tantangan.
Bergabungnya dia di program magang bergaji tinggi ini menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan kualitas diri dapat membuka kesempatan emas, meski awalnya sempat banyak rintangan.
Perjuangan Lulusan Cumlaude Dalam Mencari Magang
Meraih predikat cumlaude ternyata tidak menjamin jalan mudah dalam mencari pekerjaan atau magang. Nguyen Vo Thuan, lulusan Universitas Massachusetts Amherst, merasakan hal ini secara langsung. Meski memiliki nilai memuaskan, Thuan menghadapi kegagalan berulang kali saat melamar magang di perusahaan-perusahaan AS.
Tidak tanggung-tanggung, ia telah mengirim 500 lamaran kerja sejak awal kuliahnya, namun semuanya ditolak. Situasi ini membuatnya menyadari bahwa prestasi akademik saja tidak cukup; pengalaman dan keterampilan praktis juga sangat menentukan.
Kesadaran ini mendorong Thuan untuk mencari cara meningkatkan kemampuan serta pengalaman kerja, sehingga ia bisa lebih kompetitif dalam melamar posisi magang di masa depan.
Kembali Ke Vietnam Untuk Magang Dan Belajar
Thuan memutuskan kembali ke kampung halamannya di Vietnam saat libur semester untuk mencari pengalaman magang di perusahaan lokal. Di sana, ia menerima upah USD 150 per bulan atau sekitar Rp 2,5 juta. Meski kecil, pengalaman ini menjadi kesempatan berharga untuk mempelajari bahasa kueri GraphQL dan kerangka kerja Bootstrap Next.js.
Selama tiga bulan magang, ia fokus meningkatkan keterampilan praktis yang relevan dengan bidang ilmu komputer yang ia tekuni. Setiap proyek dan tugas yang dikerjakan memperkuat portofolionya, sekaligus membangun kepercayaan diri menghadapi wawancara di masa depan.
Upaya ini menunjukkan bahwa pengalaman di lapangan, meski di perusahaan kecil, sangat penting untuk membangun kompetensi yang dicari oleh perusahaan global.
Baca Juga: Wisudawan Ini Terima Ijazah Usai Ijab Sah, Momen Berkesan Di UIN Sunan Kudus
Terobosan Setelah 500 Lamaran Ditolak
Meski telah meningkatkan keterampilan, ratusan lamaran kerja Thuan di AS tetap ditolak. Namun, kerja kerasnya mulai membuahkan hasil saat ia mendapat 10 panggilan wawancara, termasuk dari perusahaan top seperti Amazon.
Thuan mempersiapkan diri dengan matang, terutama menghadapi pertanyaan teknis seputar algoritma dan struktur data. Kesabarannya terbayar, dan ia akhirnya diterima magang di Amazon dengan gaji USD 9.000 per bulan, atau sekitar Rp 151 juta.
Pengalaman ini menegaskan pentingnya ketekunan dan kepercayaan diri. Thuan menekankan bahwa kegagalan adalah bagian dari proses, dan yang terpenting adalah terus belajar serta meningkatkan kemampuan diri.
Kesempatan Di Perusahaan Teknologi Terbesar
Kesuksesan di Amazon membuka pintu bagi Thuan untuk magang di perusahaan top lainnya. Ia diterima di Tesla dan Apple secara berturut-turut, masing-masing selama tiga bulan. Pengalaman ini memberinya wawasan luas tentang sistem, proses, dan inovasi di industri teknologi global.
Setelah menyelesaikan kuliahnya, Thuan ditawari posisi penuh di Scale AI dengan gaji USD 345 ribu per tahun atau sekitar Rp 5,7 miliar. Namun, ia memilih Uber karena tertarik pada bidang sistem terdistribusi dan ingin mengeksplorasi tantangan di area tersebut.
Di Uber, Thuan bertugas memastikan sistem yang membantu para insinyur memeriksa dan menyetujui kode sumber berjalan lancar, akurat, dan stabil. Pengalaman ini menegaskan pentingnya memilih pekerjaan sesuai minat dan potensi pengembangan diri.
Pesan Inspiratif Untuk Para Pencari Magang
Thuan menekankan bahwa magang selama masa kuliah sangat penting. Selain meningkatkan keterampilan teknis, magang juga membantu membangun relasi yang nantinya bisa menjadi referensi saat melamar kerja.
Ia memberi pesan penting bagi para pencari kerja: jangan berkecil hati jika ditolak berkali-kali. Dengan kemampuan dan persiapan yang tepat, kesempatan akan datang pada waktunya. Kesabaran, kerja keras, dan investasi pada diri sendiri menjadi kunci keberhasilan.
Cerita Thuan menjadi inspirasi bahwa meski ratusan lamaran ditolak, ketekunan dan pengembangan diri dapat membuka peluang besar di perusahaan global. Magang yang awalnya bergaji kecil bisa menjadi batu loncatan menuju karier bergengsi dengan penghasilan fantastis.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari detik.com
- Gambar Kedua dari detik.com