Pameran seni ‘Kisah Rimba’ hadir di Galeri Nasional Jakarta, menampilkan lukisan, fotografi, dan instalasi yang mengangkat keindahan sekaligus ancaman.
Melalui karya-karya inspiratif, pengunjung diajak merasakan emosi, memahami pentingnya konservasi, dan berperan aktif dalam menjaga alam. Workshop kreatif, tur interaktif, dan diskusi dengan seniman serta pakar lingkungan membuat masyarakat, khususnya generasi muda, lebih peduli terhadap hutan dan satwa liar.
Simak dan ikutin terus informasi terbaru dan terviral lainnya hanya ada di Kisah dan Inspirasi dari Masyarakat.
Pameran Seni Ajak Masyarakat Peduli Hutan
Kisah Rimba resmi dibuka di Galeri Nasional Jakarta pada Sabtu (15/2/2026), menghadirkan karya-karya yang terinspirasi dari keindahan dan kerentanan hutan Indonesia. Pameran ini menampilkan lukisan, instalasi, dan fotografi yang menyoroti kehidupan satwa liar, ekosistem hutan, serta dampak kerusakan hutan akibat aktivitas manusia.
Kurator pameran, Rina Suryani, menyatakan bahwa tujuan utama dari “Kisah Rimba” adalah mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga hutan sebagai paru-paru dunia. “Melalui seni, kita ingin masyarakat merasakan emosi dan keterkaitan dengan alam, sehingga kepedulian terhadap hutan tidak sekadar wacana,” ujar Rina.
Selain edukasi, pameran juga berfokus pada interaktivitas. Pengunjung dapat mengikuti workshop kreatif, tur interaktif, dan sesi diskusi dengan para seniman serta pakar lingkungan. Kegiatan ini diharapkan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya konservasi hutan.
Kreasi Seni Yang Menggetarkan Hati
Beberapa karya menonjol di pameran ini menghadirkan interpretasi mendalam tentang kehidupan hutan dan satwa liar. Misalnya, instalasi multimedia yang menampilkan suara hutan dan gerak satwa liar, serta lukisan yang memvisualisasikan deforestasi dan kebakaran hutan.
Pengunjung mengaku terkesan dengan cara para seniman menyampaikan pesan konservasi secara visual dan emosional. “Saya merasa tersentuh melihat bagaimana satu lukisan bisa menceritakan perjuangan hutan kita,” kata Dwi Putra, salah satu pengunjung.
Selain lukisan dan instalasi, pameran juga menampilkan karya fotografi dokumenter dari hutan-hutan Indonesia, termasuk Kalimantan, Sumatra, dan Papua. Foto-foto ini menunjukkan keanekaragaman hayati sekaligus ancaman yang dihadapi, dari pembalakan liar hingga perubahan iklim.
Baca Juga: Pria Bogor Bagikan Perjuangan Hidup Lawan Kanker Ginjal Stadium 4B Sejak Kecil
Dukungan dari Pemerintah dan Lembaga Lingkungan
Pameran ini mendapat dukungan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta beberapa lembaga konservasi. Menteri Lingkungan Hidup menyampaikan bahwa kolaborasi antara seni dan edukasi lingkungan merupakan cara efektif untuk membangun kesadaran publik.
“Kami berharap masyarakat, terutama generasi muda, dapat terinspirasi oleh karya seni ini untuk lebih peduli terhadap hutan dan satwa liar,” ujar Menteri. Program ini juga selaras dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan partisipasi publik dalam pengelolaan hutan dan pengurangan deforestasi.
Lembaga lingkungan yang ikut mendukung pameran juga menyediakan informasi tentang cara masyarakat dapat berkontribusi, mulai dari kegiatan penanaman pohon hingga kampanye pengurangan sampah plastik. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa seni dapat menjadi jembatan antara pesan konservasi dan aksi nyata.
Ajakan Untuk Masyarakat dan Anak Muda
Kurator dan seniman pameran menekankan pentingnya kesadaran individu dalam menjaga alam. “Hutan bukan hanya milik pemerintah atau lembaga, tetapi tanggung jawab kita bersama. Seni membantu menyampaikan pesan ini dengan cara yang lebih menyentuh hati,” kata Rina.
Pengunjung juga diajak untuk berpartisipasi aktif melalui kegiatan edukasi, donasi untuk konservasi, dan program sukarelawan. Workshop kreatif bahkan memungkinkan peserta membuat karya seni sendiri yang terinspirasi dari hutan, menumbuhkan keterikatan emosional terhadap alam.
Pameran “Kisah Rimba” akan berlangsung selama satu bulan penuh, membuka kesempatan bagi masyarakat luas untuk belajar, terinspirasi, dan ikut bergerak melindungi hutan Indonesia.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari antaranews.com
- Gambar Kedua dari antaranews.com