Di usia yang masih sangat muda, seorang remaja bernama Quinsha Sammy Al Huda berhasil menorehkan pencapaian luar biasa.
Ia diterima di Universitas Airlangga (Unair) melalui jalur SNBP 2026 pada usia 16 tahun, sebuah capaian yang membuat banyak orang terkejut sekaligus kagum. Di balik keberhasilannya itu, tersimpan perjalanan panjang yang penuh disiplin, kerja keras, dan keyakinan kuat pada mimpi yang ia pegang sejak dini. Kisahnya bukan sekadar tentang kelulusan, tetapi tentang bagaimana ketekunan dan konsistensi bisa membawa seseorang melampaui batas usia dan ekspektasi. Simak selengkapnya hanya di Inspirasi dari Masyarakat.
Perjalanan Pendidikan Sejak Usia Dini
Quinsha Sammy Al Huda merupakan salah satu calon mahasiswa termuda yang berhasil lolos SNBP 2026 di Universitas Airlangga. Di usianya yang baru 16 tahun, ia berhasil diterima di program studi S1 Bahasa dan Sastra Inggris, Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Unair, sebuah pencapaian yang membuat banyak orang kagum sekaligus terinspirasi.
Sejak kecil, perjalanan pendidikannya memang sudah berbeda dari anak seusianya. Ia dikenal memiliki kemampuan belajar yang cepat, sehingga mampu memahami materi lebih awal dan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan akademik yang lebih serius.
Ia masuk sekolah dasar pada usia 5 tahun dan kemudian melanjutkan pendidikan dengan ritme yang lebih cepat. Saat SMP, ia juga mengikuti program akselerasi yang membuatnya menyelesaikan jenjang pendidikan lebih awal, namun tetap menjaga kualitas pemahaman belajar yang baik.
| POSVIRAL hadir di saluran whatsapp, silakan JOIN CHANNEL |
🔥 Ayo Rasakan Serunya Piala Dunia 2026!
Nonton semua pertandingan tanpa batas lewat
LIVE STREAMING GRATIS di
Aplikasi Shotsgoal.
📲 DOWNLOAD SEKARANG
Minat Besar Pada Bahasa Inggris Sejak Dini
Ketertarikan Quinsha terhadap bahasa Inggris mulai tumbuh ketika ia masih duduk di bangku SMP. Awalnya hanya sebatas mata pelajaran sekolah, namun perlahan ia mulai menikmati proses belajar dan merasa lebih tertarik pada bahasa tersebut.
Saat memasuki SMA, minat itu semakin kuat dan berkembang menjadi sesuatu yang serius. Ia mulai memahami bahwa bahasa Inggris bukan hanya soal pelajaran, tetapi juga tentang cara berpikir, komunikasi, dan pemahaman budaya yang lebih luas.
Dari pengalaman itu, ia mulai menetapkan tujuan untuk melanjutkan studi di jurusan Bahasa dan Sastra Inggris. Baginya, jurusan tersebut adalah tempat yang tepat untuk mengembangkan minat sekaligus membuka peluang masa depan yang lebih luas.
Baca Juga:Â Realita Yang Menyakitkan: Pengakuan Jujur Para Ibu Yang Tak Bahagia
Kunci Sukses: Disiplin Dan Konsistensi Belajar
Quinsha menyebut bahwa kunci utama keberhasilannya adalah disiplin dalam belajar. Ia selalu berusaha fokus di kelas, memperhatikan setiap penjelasan guru, dan tidak menunda untuk memahami materi yang sulit.
Ia juga terbiasa aktif bertanya ketika ada hal yang belum dipahami. Menurutnya, kebiasaan ini sangat membantu dalam mempercepat pemahaman dan membuatnya lebih percaya diri dalam belajar.
Selain itu, ia rutin mengulang pelajaran di rumah agar materi yang sudah dipelajari tidak mudah terlupakan. Ia percaya bahwa keberhasilan bukan hasil instan, tetapi hasil dari kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten setiap hari.
Kejutan Lolos SNBP Dan Rencana Masa Depan
Saat pengumuman SNBP 2026 keluar, Quinsha mengaku sangat terkejut dan tidak menyangka bisa lolos di pilihan pertamanya, Universitas Airlangga. Momen itu menjadi salah satu pengalaman paling emosional dalam hidupnya.
Ia bahkan sempat menangis karena rasa haru dan bahagia yang bercampur menjadi satu. Semua perjuangan panjangnya selama ini akhirnya terbayar dengan hasil yang sangat berarti.
Ke depan, ia berencana aktif di kegiatan kampus seperti organisasi AIESEC Surabaya. Ia ingin memperluas pengalaman, membangun relasi internasional, serta mengembangkan kemampuan dirinya di luar akademik.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari tvonenews.com
- Gambar Kedua dari bandung.kompas.com