Demi Pendidikan Anak, Ayah Di Bogor Tak Kenal Lelah Kayuh Odong-Odong

Demi Pendidikan Anak, Ayah Di Bogor Tak Kenal Lelah Kayuh Odong-Odong

Ayah di Bogor kayuh odong-odong belasan kilometer setiap hari demi biaya sekolah anak, bukti perjuangan dan cinta tanpa batas.

Demi Pendidikan Anak, Ayah Di Bogor Tak Kenal Lelah Kayuh Odong-Odong

Di Bogor, seorang ayah menunjukkan perjuangan luar biasa demi pendidikan anaknya. Setiap hari, ia mengayuh odong-odong belasan kilometer untuk mencari biaya sekolah. Dedikasi ini menjadi bukti nyata cinta dan pengorbanan seorang orang tua.

Kisahnya tidak hanya menginspirasi masyarakat sekitar, tetapi juga mengingatkan kita akan pentingnya kerja keras dan ketekunan demi masa depan anak. Simak selengkapnya di Kisah dan Inspirasi dari Masyarakat perjuangan ayah di Bogor ini, dari rute panjang yang ditempuh hingga motivasi di balik kegigihannya.

Dedikasi Suryadi, Ayah Penarik Odong-Odong Di Bogor

Di tengah gempuran hiburan modern, Suryadi tetap setia duduk di balik kemudi odong-odongnya. Musik riang dari pengeras suara usang seakan memberi semangat untuk menempuh perjalanan panjang setiap hari.

Bagi pria berusia 50 tahun ini, teriakan ceria anak-anak adalah sumber rezeki yang Tuhan berikan. Di balik senyum penumpangnya, tersimpan perjuangan hidup yang tidak mudah, penuh kerja keras dan pengorbanan.

Suryadi berasal dari Jakarta, namun pindah ke Bogor mengikuti sang istri pada 2005. Sejak saat itu, ia menapaki jalan panjang untuk mencukupi kebutuhan keluarga dan membiayai pendidikan anak-anaknya.

Perjalanan Karier Sebelum Odong-odong

Sebelum menekuni odong-odong, Suryadi sempat bekerja sebagai office boy di Jakarta. Persaingan ketat dan penghasilan terbatas membuatnya memutuskan pindah ke Bogor untuk mencari peluang lain.

Di Bogor, ia mencoba peruntungan berjualan cilok. Sayangnya, hasilnya jauh dari cukup untuk menghidupi istri dan dua anaknya, sehingga Suryadi harus memutar otak agar keluarga tetap terpenuhi kebutuhan sehari-hari.

Akhirnya, sejak 2009, Suryadi memilih menjadi penarik odong-odong keliling. Awalnya ia menyewa unit odong-odong seharga Rp 20.000 per hari, hingga tekad dan tabungannya membuahkan hasil untuk membeli armada sendiri.

Baca Juga: Tak Menyerah Setelah 500 Ditolak, Lulusan Cumlaude Raih Magang Rp 151 Juta

Aktivitas Sehari-Hari Dan Penghasilan

 Aktivitas Sehari-Hari Dan Penghasilan 700

Setiap hari, Suryadi mengayuh odong-odong sejauh belasan kilometer, mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB. Tarif yang dipasang sangat terjangkau, Rp 1.000 untuk satu putaran lagu.

Meski sederhana, kehadirannya sangat dinanti para orang tua yang ingin anak-anaknya mendapatkan hiburan murah meriah. Suryadi pun memiliki pelanggan tetap di kampung-kampung sekitar wilayah Bogor.

Dalam sehari, penghasilannya berkisar Rp 100.000 hingga Rp 150.000, sangat bergantung pada cuaca. Saat hujan, ia terpaksa berhenti karena anak-anak tak bermain di luar. Meskipun demikian, ia tetap bersyukur atas setiap recehan yang diperoleh.

Perjuangan Membiayai Pendidikan Anak

Dari penghasilan odong-odong itu, Suryadi berhasil membiayai pendidikan kedua anaknya. Semua biaya mulai dari SD hingga menengah atas berasal dari kerja kerasnya mengayuh odong-odong.

Kini, satu anaknya telah bekerja, sementara adiknya masih menempuh pendidikan kelas 3 SMK. Dedikasi Suryadi membuktikan bahwa pengorbanan seorang ayah dapat membuka jalan bagi masa depan anak-anaknya.

Perjuangan ini juga menjadi inspirasi bagi masyarakat sekitar. Kisah Suryadi menunjukkan bahwa kerja keras dan ketekunan, meski dari hal sederhana, mampu memberikan manfaat besar bagi keluarga.

Semangat Tak Kenal Lelah Demi Keluarga

Meski fisiknya tak lagi muda, Suryadi tetap bersyukur diberikan kekuatan untuk menjalani profesi ini. Mengayuh odong-odong bukan sekadar pekerjaan, melainkan wujud cinta dan tanggung jawab sebagai kepala keluarga.

Ia memastikan dapur rumah tetap mengepul dan masa depan anak-anaknya terjamin. Kisah ini terjadi pada Rabu, 11 Februari 2026, dan menjadi bukti nyata bahwa kesederhanaan dan kerja keras dapat menghasilkan perubahan besar dalam kehidupan keluarga.

Dedikasi Suryadi mengingatkan kita bahwa perjuangan orang tua, sekecil apapun tampak dari luar, memiliki dampak luar biasa bagi masa depan anak-anak. Ketekunan tetap menjadi kunci keberhasilan keluarga.


Sumber Informasi Gambar:

  • Gambar Pertama dari bandung.kompas.com
  • Gambar Kedua dari opiniremaja.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *