Terlahir dalam sunyi, Hasna dan Hasni membuktikan keterbatasan bukan akhir segalanya kisah inspiratif yang menyentuh dan penuh harapan.
Di tengah dunia yang bising oleh suara dan penilaian, ada cerita yang tumbuh dari keheningan. Sebuah kisah tentang keteguhan, mimpi, dan keberanian menantang batas. Bagaimana seseorang yang terlahir dalam sunyi mampu menyalakan ambisi besar dan menginspirasi banyak orang? Simak cerita lengkapnya berikut ini hanya di Kisah dan Inspirasi dari Masyarakat.
Asal-Usul Kisah Hasna Dan Hasni
Dua perempuan kembar bernama Hasna Alifah Salsabila dan Hasni Alifah Salsabila menjadi perbincangan publik di media sosial Kota Bandung karena kisah hidupnya yang menginspirasi. Keduanya terlahir dengan keterbatasan pendengaran sejak usia sekitar satu tahun dan tetap tumbuh penuh semangat.
Cerita ini mulai viral setelah video dua perempuan itu diterima bekerja di perusahaan ritel besar banyak dibagikan netizen. Usia mereka kini 21 tahun dan tekad mereka untuk mandiri menjadi sorotan publik. Meski komunikasi penuh keterbatasan, keluarga dibantu sepupu sebagai juru bahasa isyarat agar Hasna dan Hasni dapat berinteraksi dan berbagi cerita pengalaman mereka kepada orang lain.
Tantangan Sejak Kecil
Keluarga pertama kali menyadari adanya keterbatasan ketika Hasna dan Hasni kurang merespons suara telepon saat masih berusia satu tahun. Orang tua kemudian memeriksakan mereka ke dokter. Hasil pemeriksaan menyatakan keduanya mengalami hambatan pendengaran dan memerlukan perhatian lebih, terutama dalam aspek komunikasi. Meski demikian, dokter memastikan motorik mereka berkembang normal.
Orang tua keduanya, terutama sang ibu Fenti Mirnaningsih, sempat merasa terpuruk namun bertekad memberi kehidupan terbaik bagi anak-anaknya. Perjuangan ini menjadi awal cerita panjang tentang ketekunan dan harapan.
Baca Juga: Luar Biasa! Terlahir Sebagai Kembar Tuli, Hasna & Hasni Justru Tancap Gas Raih Prestasi!
Pendidikan Dan Perjuangan Mereka
Untuk membantu perkembangan komunikasinya, keluarga memasukkan Hasna dan Hasni ke Sekolah Luar Biasa (SLB) di Cimahi. Di sini mereka dilatih menggunakan bahasa isyarat dan teknik lip reading untuk tetap bisa berinteraksi. Saat mengikuti pembelajaran, keduanya ditempatkan di kelas berbeda supaya kemampuan masing-masing benar-benar terasah tanpa saling membatasi. Hasna berada di kelas atas, sedangkan Hasni berada satu tingkat di bawahnya.
Usai menyelesaikan pendidikan di SMP, mereka pun memutuskan melanjutkan sekolah di SMK Teknik Informatika Garuda Nusantara di Cimahi agar bisa lebih mandiri. Hasna memilih jurusan multimedia, sedangkan Hasni mengambil animasi.
Perjuangan Mendapat Pekerjaan
Setelah lulus dari SMK, Hasna dan Hasni aktif mencari pekerjaan melalui berbagai job fair di Bandung dan sekitarnya. Mereka tetap semangat meski sempat ditolak di beberapa sekolah umum karena keterbatasan komunikasi.
Perjuangan mereka akhirnya membuahkan hasil ketika terhubung dengan Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin). Lewat bantuan organisasi ini, keduanya diterima bekerja di salah satu perusahaan ritel besar di Bandung. Keduanya bahkan bersaing dengan lebih dari belasan kandidat lain sebelum akhirnya lolos seleksi. Hasna kini bekerja di Festival Citylink, sementara Hasni bekerja di Bandung Indah Plaza (BIP).
Pesan Dan Inspirasi Untuk Publik
Kisah Hasna dan Hasni di bulan Ramadan 2026 dipandang sebagai momen penuh berkah bagi keluarga mereka. Perjalanan panjang ini membuktikan kerja keras dan semangat tidak pernah sia-sia. Sang ibu berharap cerita ini bisa menjadi sumber inspirasi bagi keluarga lain yang memiliki anak dengan keterbatasan, agar terus semangat memberi dukungan dan kesempatan kepada anak-anak mereka.
Hasna dan Hasni sendiri menyampaikan pesan kuat kepada teman-teman tuli di seluruh Indonesia agar tidak menyerah, terus percaya diri, dan mengejar impian demi masa depan yang lebih cerah.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari www.detik.com
- Gambar Kedua dari www.detik.com