Wahyu Aji kuliah sambil jadi ojol, tapi berhasil lulus cumlaude dari UGM, Kisah inspiratif perjuangan dan kerja kerasnya!
Siapa bilang kuliah sambil kerja berat tidak bisa berhasil? Wahyu Aji membuktikan hal sebaliknya. Menjadi ojol sambil menempuh studi hukum di UGM, ia berhasil lulus cumlaude. Kisah dan Inspirasi dari Masyarakat penuh inspirasi tentang kerja keras, disiplin, dan tekad pantang menyerah.
Kuliah Sambil Jadi Ojol, Aji Tetap Bisa Lulus Cumlaude
Bisa kuliah sambil bekerja dan tetap berprestasi bukan hal mudah, tapi Wahyu Aji Ramadan membuktikannya. Ia menempuh pendidikan di Fakultas Hukum UGM sambil menjadi ojol pesan-antar makanan.
Meski pekerjaan menuntut tenaga dan waktu, Aji tetap sanggup berorganisasi dan menjuarai kompetisi ilmiah. Semua upaya ini membuahkan hasil manis: lulus cumlaude dengan IPK 3,55.
Menurut Aji, kesulitan yang dilewati adalah bagian dari proses hidup. “Mungkin jalan yang ditempuh nggak mudah, tapi itu cara Tuhan memberi kenikmatan setelah pahitnya susah,” ujarnya, dikutip dari laman resmi UGM, Rabu (4/2/2026).
Strategi Menghadapi Keterbatasan Biaya
Selama kuliah, Aji tidak menerima beasiswa karena keterbatasan ekonomi keluarganya. Untuk meringankan beban orang tua dan tetap kuliah, ia memilih bekerja sebagai ojol.
Rutinitasnya dibagi antara kuliah dan bekerja. Jika kuliah pagi, ia bekerja siang dan sore. Sebaliknya, jika kuliah siang, ia bekerja di pagi hari. Pola ini menuntut disiplin tinggi agar bisa memenuhi tanggung jawab akademik dan pekerjaan.
Tantangan yang dihadapi pun cukup berat. Ia pernah bersitegang dengan pemilik restoran dan menghadapi risiko saat mengambil orderan, termasuk hujan, ban bocor, dan orderan jatuh di jalan. Semua hal ini ditempuh demi menabung penghasilan tambahan.
Baca Juga: Harga Telur Murah Di Makassar, Menko Pangan Sarankan Konsumsi Ikan
Mengatur Waktu Dengan Beragam Pekerjaan
Tidak hanya menjadi ojol, Aji juga bekerja paruh waktu di Departemen Hukum Perdata UGM. Ia membantu pengelolaan jurnal, administrasi kenaikan pangkat dosen, hingga penyusunan bahan pembelajaran.
Selain itu, ia pernah menjadi content writer untuk media sosial yang membahas isu-isu hukum. Aktivitas ini menambah pengalaman dan kemampuan menulis ilmiahnya.
Meski sibuk, Aji mampu menyeimbangkan pekerjaan dengan tanggung jawab akademik. Strategi pengaturan waktu yang tepat menjadi kunci agar semua pekerjaan dapat selesai tanpa mengganggu studi.
Tetap Aktif Berorganisasi Dan Berprestasi
Bekerja bukan penghalang bagi Aji untuk aktif berorganisasi. Ia tercatat aktif di Forum Penelitian dan Penulisan Hukum (FPPH), Asian Law Students’ Association UGM, Business Law Community, hingga Speech and Law Debate Society.
Selain organisasi, Aji menorehkan prestasi dalam berbagai kompetisi ilmiah. Ia meraih Juara 1 Karya Tulis Ilmiah Airlangga Law Competition 2023, Juara 1 Kompetisi Artikel Ilmiah Constitutional Law Fair Universitas Brawijaya 2022, dan Juara 2 Legislative Drafting Competition Universitas Indonesia 2022.
Ia juga aktif melakukan riset dengan dosen dan lembaga hukum, termasuk kajian Undang-Undang Pengelolaan Keuangan Haji dan pelacakan kasus hukuman mati di ICJR. Semua ini membuktikan dedikasinya untuk ilmu hukum.
Tekad Kuat Hingga Lulus Cumlaude
Perjalanan kuliah Aji di UGM membuktikan bahwa keterbatasan bukan halangan untuk meraih prestasi. Ia menuntaskan kuliah dengan IPK 3,55, lulus cumlaude, dan tetap berprestasi di organisasi dan kompetisi.
Meski lelah dan menghadapi banyak tantangan, Aji tidak pernah menyerah. Capek pasti ada, tapi bukan untuk menyerah. Saya memilih meluangkan waktu sejenak untuk menata ulang dan menuntaskan apa yang harus dicapai, ujarnya.
Kisah Wahyu Aji Ramadan menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain: keterbatasan ekonomi atau waktu tidak menghalangi jika ada tekad, disiplin, dan kerja keras. Ia membuktikan bahwa kerja keras, manajemen waktu, dan fokus dapat menghasilkan kesuksesan luar biasa.
Sumber Informasi Gambar:
- Gambar Pertama dari cnnindonesia.com
- Gambar Kedua dari detik.com